Senin, 11 April 2016

Rumus sederhana lilitan trafo step up dan step down

Berikut ini adalah cara perhitungan menggunakan Pascal

Dimana:
N1/N2=V1/V2
Keterangan:
N1= Jumlah Lilitan Primer
N2= Jumlah Lilitan Sekunder
V1= Tegangan Primer
V2= Tegangan Sekunder

Program:

Flowchart:

Senin, 21 Maret 2016

rumus mencari tegangan pada saluran transmisi pendek


rumus tegangan pada saluran transmisi pendek 

Vs = Vr + Ir Z
 Is = Ir = I
Vr = Vs - Ir Z

Vs adalah tegangan fasa (saluran ke netral) di ujung kirim.
Vr adalah tegangan fasa (saluran ke netral) di ujung terima.
Is adalah arus fasa di ujung kirim.
Ig adalah arus fasa di ujung terima.
Z adalah impedansi seri total ke fasa.





Coding:
text4.text = val(text1.text) + (val (text2.text * text3.text))

Kamis, 28 Januari 2016

proposal usaha kecil

BAB I

PENDAHULUAN



Latar Belakang
Zaman dahulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, duahal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli.

Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli
makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut,baru memikirkan harga. Oleh karena itu olahan jagung manis banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, olahan jagung manis kukus menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan. Dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia. Dari segi harga, harga jagung manis mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.

Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan jagung manis kukus, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi jagung manis sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen, karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga jagung manis terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masayrakat.Usaha yang akan kami mulai adalah usaha industry kecil, yaitu olahan jagung manis menjadi jagung yang dipipil lalu dikukus dan setelahnya diberi campuran keju parut dan bahan pelengkap lainnya, seperti cokelat, kacang strawberry, bahkan saos.Dengan factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. kami yakin usaha perdana yang kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi pribadi maupun orang lain.

Adapun latar belakang didirikannya usaha ini adalah :

1)      Masyarakat membutuhkan makanan yang sehat bergizi.

2)      Dengan produk yang bervariasi diharapkan masayrakat tidak jenuh.

3)      Bahan baku mudah diperoleh dan murah.



Perumusan Visi Usaha
Menjadikan usaha memproduksi jagung manis kukus sebagai usaha kecil menengah yang diminati masyarakat serta agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Perumusan Misi Usaha
Proses produksi yang higienis baik dari tempat, alat dan bahan-bahan yang digunakan.
Menerapkan pelayanan prima (sikap yang sopan dan ramah, pelayanan yang cepat dan baik).
Menjaga cita rasa makanan.
Dengan rasa yang khas dan harga yang terjangkau diharapkan memuaskan konsumen.
Memperkenalkan jagung manis kukus kepada masyarakat.


Tujuan Usaha
Adapun beberapa tujuan dalam usaha Jagung Manis Kukus ini adalah :

Meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik untuk memperoleh keuntungan.
Untuk menerapkan jiwa berwirausaha
Melatih kemandirian.


         MANFAAT USAHA

Mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen
Menciptakan lapangan pekerjaan
Meningkatkan pendapatan dan memperoleh keuntungan.


DESKRIPSI USAHA



Usaha yang akan kami mulai adalah usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan (industry kecil) yang memanfaatkan jagung manis yang segar menjadi hidangan menu masakan yang nikmat, bergizi, berselara tinggi dan sehat untuk metabolisme tubuh. Karena pada dasarnya jagung adalah jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, apalagi dengan jagung yang segar bebas dari bahan kimia yang nantinya akan merusak tubuh manusia secara perlahan. Usaha ini mungkin masih jarang diminati orang banyak, karena kebanyakan mereka hanya membuat sebagai makanan untuk disajikan dirumah saja, namun oleh karena itu kami berusaha untuk mengembankan usaha ini agar dapat lebih maju lagi dan menunjukan citra yang baik akan segala macam olahan jagung manis yang segar sehat dan bergizi tinggi. Produk yang dihasilkan jagung manis kukus yang setelah dipipil dikukus lalu dihidangkan menggunakan cup.



BAB II

PEMBAHASAN



ASPEK PRODUK
Jenis Produk Usaha
Usaha ini akan memproduksi dan menjual jagung manis kukus bahan bakunya adalah jagung manis.Produk yang dihasilkan dapat beraneka rasanyasesuai dengan permintaan konsumen yang dikemas dengan menggunakan cup.

Jumlah Produk yang dibuat
Rata-rata setiap harinya dibuat 30 cup dan dalam sebulan yaitu 24 hari dapat memproduksi kurang lebih 720 cup.

Waktu Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi dilakukan setiap hari kecuali hari minggu mulai dari jam 11 pagi.

Jumlah Tenaga yang Dibutuhkan
Diperlukan satu orang yaitu pemilik sendiri sekaligus bertindak sebagai pembuat dan penjual.

Bahan dan Peralatan Yang digunakan
Peralatan yang digunakan :
Nama Peralatan                Jumlah  Harga satuan      Total
Gerobak etalase               1              Rp   1.000.000,00               Rp   1.000.000,00
Panci Kukusan   1              Rp     300.000,00                Rp     300.000,00
Toples selai         6              Rp       20.000,00 Rp     120.000,00
Solet Kecil           2              Rp       15.000,00 Rp       30.000,00
Parutan keju      2              Rp         5.000,00 Rp       10.000,00
Tempat Garpu,dsb          1              Rp       45.000,00 Rp       45.000,00
Kompor Gas       1              Rp     400.000,00                Rp     400.000,00
Jumlah  Rp 1.905.000,00


Bahan-bahan dan perlengkapan yang digunakan selama satu bulan:
Nama barang     Satuan  Harga satuan      Total
Selai strawberry               8 kg        Rp   7.000,00       Rp 56.000,00
Selai blueberry  10 kg      Rp 8.000,00         Rp 80.000,00
Selai nanas          8 kg        Rp 7.000,00         Rp 56.000,00
Margarine           10 kg      Rp 6.000,00         Rp 60.000,00
Cokelat ceres     8kg         Rp 12.000,00       Rp 96.000,00
Selai kacang        5kg         Rp 12.000,00       Rp 60.000,00
Susu vanilla         25 kaleng             Rp 7.000,00         Rp 175.000,00
Saus sambal ABC              10 botol                Rp 8.000,00         Rp   80.000,00
Keju batang        15 batang            Rp 16.000,00       Rp 240.000,00
Plastic kantong  5 pack   Rp 4.000,00         Rp   20.000,00
Gelas cup            100 lusin               Rp 2.000,00         Rp 200.000,00
Jumlah  Rp1.123.000,00


Perlengkapan yang digunakan per 2 hari
Nama perlengkapan       Satuan  Harga satuan      Total
Isi ulang gas        1 kali      Rp 17.000,00       Rp 17.000,00
Jagung manis     12kg       Rp 3.000,00         Rp 36.000,00
Jumlah  Rp 53.000,00


Proses Produksi
Cara membuat martabak mini :

Cuci jagung manis yang sudah dipipil hingga bersih.
Masukan kedalam panci pengukus yang airnya sudah mendih.
Ambil jagung yang sudah empuk secukupnya saat ada yang membeli dan masukkan ke dalam cup.
Siram dengan Susu vanilla yang telah diberi campuran air secukupnya.
Kemudian diatasnya ditaburi coklat parut, keju parut atau selai maupun saus sesuai dengan permintaan pembeli.
Setelah itu tuangkan lagi susu vanilla tetapi yang masih kental di atas rasa tadi.
Lalu ambil margarin dengan menggunakan sendok kecil lalu masukkan sendok plastik kecil tersebut ke dalam cup. Letakkan dipinggir.
Lalu terakhir tutup cup menggunakan tutup, dan arahkan lubang tutup ke atas sendok, agar sendok dapat tertusuk dan tidak tumpah.
Rencana Perluasan Usaha
Jika ada tanggapan positif dari semua pihak da nada modal yang mendukung rencananya akan membuka cabang.



ASPEK PEMASARAN
Segmen Pasar
Target konsumen adalah masyarakat di daerah sekitar dari semua golongan baik usia muda maupun tua.

Strategi Pemasaran
Dalam penjualan dan pemasaran produk ini, ada beberapa strategi yang digunakan yaitu :

Menetapkan harga yang relative muraah agar semua masyarakat dapat menjangkau harganya.
Tempat penjualan yang strategis.
Melakukan pelayanan yang terbaik yaitu dengan menerapkan pelayanan prima, sopan dan ramah.
Memenuhi kepuasan dan permintaan konsumen.
Promosi
Dengan memasang papan nama di depan tempat usaha.
Dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh konsumen yang pernah mengkonsumsi.
Penetapan Harga Jual
Penetapan harga jual produk ini dengan menggunakan metode BEP.

Sistem Penjualan/Distribusi
Sistem penjualan yang digunakan dalam penjualan produk ini adalah langsung dan menerima pesanan lewat telepon atau secara langsung.



ASPEK TEKNIS
Display
Display toko dilakukan dengan menampilkan gambar jagung manis kukus dalam cup yang dibuat stiker yang ditempatkan pada gerobak dengan hiasan yang menarik.

Kebutuhan Peralatan dan Perlengkapan
Dalam usaha ini, peralatan yang digunakan adalah :

Gerobak etalase, panci kukusan, kompor gas toples selai, solet kecil, parutan keju, tempat garpu, dsb.

Sedangkan perlengkapan yang digunakan yaitu :

Isi ulang gas, gelas cup + sendok, plastik kantong.

Bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan
Bahan baku yang digunakan yaitu jagung manis. Sedangkan bahan pembantu yang diperlukan yaitu susu vanilla, selai, coklat, saus sambal, keju batang, dan margarin.

Kebutuhan menyiapkan pelayanan
Kebutuhan fasilitas yang diperlukan dalam menunjang pelayanan meliputi :

Mengantar pesanan langsung ke tempat pembeli
Kendaraan pribadi
Tikar
Tempat usaha


ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Tim Manajemen
Usaha pembuatan jagung manis kukus ini dijalankan oleh pemilik pribadi secara sendirian, tetapi untuk mengantarkan pesanan dapat dibantu oleh keluarga atau menyuruh orang.

Informasi parter usaha
Untuk pengembangan usaha ini. Kami akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung usaha ini, meliputi :

1)      Bank milik pemerintah ataupun swasta yang mendukung financial.

2)      Distributor jagung manis yang unggul.

3)      Lembaga yang sedang mengadakan kegiatan yang mengundang massa, seperti:

Bazaar
Pentas seni
Kejuaraan olahraga dengan sekaligus mempromosikan produk.


Beberapa Kelemahan atau hambatan yang timbul
Ada beberapa kelemahan yang akan menjadi hambatan usaha, seperti :

1)      Merupakan suatu produk yang sudah ramai dipasaran.

2)      Kapasitas produksi yang terbatas

3)      Dukungan financial yang terbatas

4)      Kurangnya sarana promosi dan jaringan pemasaran

Selain kelemahan, ada ancaman yang harus segera diatasi. Ancaman tersebut adalah :

Belum adanya hak paten
Kemungkinan pemalsuan produk kami di pasaran yang akan mengurangi pemasaran.
Tindakan alternatif
Untuk mengatasi kelemahan dan ancaman usaha, kami berusaha untuk :

Mengadakan devisi penelitian, model dan pengembangan pada perusahaan.
Menjalin kerjasama dengan pihak lain yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Untuk itu upaya penelitian kami adalah :

1)      Mengadakan survey tentang model produk yang diinginkan konsumen.

2)      Mengadakan survey tentang rasa-rasa kegemaran produk yang sedang trend.

3)      Mengadakan survey tentang produk yang dapat dihasilkan dari bahan baku yang ada.

Variasi rasa bagi usaha kami merupakan hal yang saya unggulkan. Untuk itu, kami menargetkan setiap bulan selalu ada satu rasa unggulan atau variasi baru.



ASPEK YURIDIS
Dalam melaksanakan usaha diperlukan aspek-aspek yuridis meliputi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) DANN Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).



ASPEK FINANSIAL
Sumber Modal
Sumber modal usaha ini adalah modal sendiri sebesar Rp     2.500.000,00
Tanah Rp   10.000.000,00
Bangunan Rp     5.000.000,00
Alat – alat
Kompor gas + tabung    400.000,00
Gerobak 1.000.000,00
Panci kukusan    300.000,00
Toples selai    120.000,00
Parut keju      10.000,00
Solet kecil      30.000,00
Tempat Garpu,dsb      45.000,00     +
Jumlah modal alat                                          Rp  1.905.000,00 +

Total modal                                                     Rp 19.405.000,00



Analisis Break Event Point
Jumlah biaya yang diperlukan :

Biaya Bahan Baku
Jagung manis Rp  432.000,00
Biaya bahan penolong
Selai strawberry Rp 56.000,00
Selai blueberry Rp 80.000,00
Selai nanas Rp 56.000,00
Margarine     Rp 60.000,00
Cokelat ceres                                Rp 96.000,00
Selai kacang Rp 60.000,00
Susu vanilla000,00
Saus sambal ABC Rp 80.000,00
Keju batang000,00
Rp 903.000,00

Biaya lain – lain
Isi ulang gas 000,00
Plastik kantong Rp 20.000,00
Gelas cup + sendok Rp000,00
Biaya penyusutan gedung Rp   50.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp   10.000,00
Biaya iklan Rp   20.000,00
Biaya telepon Rp   50.000,00
Biaya Bensin Rp   75.000,00
Biaya pemeliharaan peralatan Rp   46.000,00
Biaya lain-lain Rp   90.000,00+
Jumlah biaya lain-lain                                                        Rp 765.000,00 Total Biaya                                                             Rp 2.100.000,00

Harga Pokok Produksi per produk   =
Total Biaya          =             Rp 2.100.000,00 =             Rp 2.500,00
Jumlah Barang Yang diproduksi  840
Produk ini di jual dengan harga Rp 5.000,00



Penjualan Minimal (BEP)
Total Biaya          =             Rp 2.100.000,00 =             420
Harga Jual            Rp 5.000,00


Jadi penjualan minimal adalah sebanyak 420 cup agar kembali modal.

Perhitungan Laba Rugi
Pendapatan
Penjualan = 720 @ Rp 5.000,00                                    Rp   3.600.000,00

Pengeluaran

Biaya Bahan Baku Rp   432.000,00
Biaya bahan penolong Rp 903.000,00
Biaya Lain-lain Rp   765.000,00   +
Jumlah Pengeluaran                                                Rp 2.100.000,00   –

Laba Bersih                                                             Rp. 1.500.000,00



Cash Flow
                                         Hari 1                                  Hari 2                         Hari 3
Penerimaan
Modal Awal                  Rp 19.045.000,00              Rp   18.640.000,00            Rp 20.140.000,00
Penjualan                      Rp 3.600.000,00 Rp     3.600.000,00             Rp    3.600.000,00
Jumlah Penerimaan      Rp 22.645.000,00              Rp 22.240.000,00              Rp 23.740.000,00
Pengeluaran
BBB                              Rp     432.000,00                Rp     432.000,00                Rp     432.000,00
BBP                              Rp     903.000,00                Rp     903.000,00                Rp     903.000,00
BOP                               Rp     765.000,00                Rp     765.000,00                Rp     765.000,00
Jumlah Pembelian Peralatan       Rp   1.905.000,00                              
Jumlah Pengeluaran        Rp    4.005.000,00              Rp   2.100.000,00               Rp   2.100.000,00
Modal Akhir                  Rp 18.640.000,00              Rp 20.140.000,00              Rp 21.640.000,00




BAB III

PENUTUP



KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha jagung manis kukus ini merupakan suatu usaha skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga mengurangi pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang matang..



SARAN
Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan, percaya diri, dan keuletan.
Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan inofatif serta selalu mengikuti trend dan selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan.
Semangat wirausaha harus selalu tertanam dalam diri kita.

Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah

Sabtu, 14 November 2015

rangkaian alat kejut listrik sederhana dan perincian harga

Rangkaian Alat Kejut Listrik Sederhana - Kali ini saya akan memposting rangkaian alat yang digunakan polisi Amerika untuk melumpuhkan penjahat, yaitu alat kejut listrik atau stun gun. Alat ini menggunakan sumber energi berupa baterai 9V, dan akan menghasilkan tegangan sebesar 20.000 volt, tetapi dengan arus yang sangat kecil (hanya beberapa mA saja).



Daftar komponen:

R1: 33KΩ Resistor
R2: 1KΩ Resistor
C1: 100nF Ceramic Capacitor
C2: 10nF Ceramic Capacitor
C3 - C10: 10nF 630V Mylar Capacitor
D1 - D8: 1N4007
Q1: BD679
IC1: NE555
SW1: Push Button Switch
T1: Trafo ferrit kecil

Cara kerja rangkaian Alat Kejut Listrik sebagai berikut, T1 akan menaikkan tegangan dari 9V menjadi ratusan volt. IC 555 digunakan sebagai oscilator gelombang kotak, yang kemudian diumpankan pada transistor BD679. Gelombang kotak inilah yang akan memanipulasi arus DC seolah-olah menjadi arus AC yang dapat menginduksi kumparan pada transformator. Dari trafo tegangan akan dinaikkan lagi menjadi 20kV dengan 8 stage voltage multiplier.

Jarak kedua elektroda paling tidak adalah 5mm, dengan tegangan sebesar itu, rangkaian ini dapat membuat otot menjadi kejang-kejang, maka dari itu anda harus berhati-hati dalam menggunakannya



Daftar komponen beserta harga komponen :

R1: 33KO Resistor                                             :1,000/buah
R2: 1KO Resistor                                               :1,000/buah
C1: 100nF Ceramic Capacitor                           :2,000/buah
C2: 10nF Ceramic Capacitor                             :2,000/buah
C3 - C10: 10nF 630V Mylar Capacitor             :4,00/buah
D1 - D8: 1N4007                                               :5,00/buah
Q1: BD679                                                         :7,000/buah
IC1: NE555                                                        :1,500/buah
T1: Trafo ferrit kecil                                          :33,000/buah 

Selasa, 20 Oktober 2015

Aliran Uang (cash flow) dan Penyusunannya


Pengertian Aliran Uang (Cash Flow)


Cash Flow berasal dari dua suku kata,  yaitu cash yang artinya uang dan flow yang artinya aliran. Jadi secara singkat Cash Flow adalah aliran uang. Berarti Cash Flow adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan dalam satu periode.
Menurut PSAK No.2 (2002 : 5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh peusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
Hal yang harus diperhatikan dalam cash flow adalah memahami fungsi yang dimiliki suatu perusahaan itu, kapan perusahaan menyimpan uangnya dan kapan perusahaan menginvestasikan uangnya untuk menghasilkan keuntungan besar.
A.    Fungsi Cash Flow
Fungsi dari cash flow secara umum yaitu melihat aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu. Maksudnya uang pada waktu/periode mempunyai nilai yang berbeda. Contohnya pada periode awal nominal uang kita sebesar Rp. 100000,00. Akan tetapi pada periode kedua dan seterusnya nominal uang kita belum tentu sebesar Rp. 100000,00. Mungkin nominal uang kita naik atau turun seiring bertambahnya waktu. Oleh karena itu cash flow memberikan gambaran nilai uang Rp. 1000000,00 pada periode dan seterusnya, apakah nilai nominalnya naik atau turun seiring bertambahnya waktu.
Cash flow mempunyai 3 fungsi lainnya, yaitu:
1.   Fungsi likuiditas yaitu dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
2.   Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan yang bertujuan untuk menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
3.   Fungsi capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan / perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.
Aliran uang yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
•     Initial Cash Flow (Aliran uang awal) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dan lain-lain. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
•     Operational Cash Flow (Aliran uang operasional) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh karena itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
•     Terminal Cash Flow (Aliran uang akhir) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.

Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan  lain:
•      Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
•      Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
•      Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus uang masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget uang misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

B.  Penyusunan Cash Flow
Ada empat langkah dalam penyusunan cash flow, yaitu :
• Menentukan minimum uang. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
• Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
• Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
Cara lain dalam penyusunan cash flow adalah:
• Membuat garis horizontal menunjukkan skala waktu







• Membuat tanda panah keatas jika menyatakan penerimaan atau inflow (+).









• Membuat tanda panah keatas jika menyatakan pengeluaran atau outflow (-).










• Cash flow dapat dilihat dari pihak siapa saja, karena masuk pada peminjam = keluar bagi pemberi.











P (Present) adalah nilai uang pada saat dimulai proyek (pada saat sekarang) yaitu pembayaran yang hanya berlangsung hanya sekali pada tahun ke-0.










F (Future) adalah pembayaran pada saat periode yang akan dating yaitu pembayaran yang akan datang yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali pada tahun ke –n (sembarang).









A (Annual) adalah pembayaran seri (tabungan) yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun dalam jumlah yang sama besar dilakukan tahun pertama hingga tahun ke –n sebesar A.












Gradien naik adalah pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik yang sama secara seragam.















Gradien turun pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik yang menurun secara seragam.

Berikut adalah contoh soal dengan pemakaian cash flow sebagai diagramnya:

1. Saya mendepositokan sebesar $3500 dengan bunga 9%. Berapa jumlah uang saya pada akhir tahun ke -7 serta buat diagram cash flownya ?

Solusi:

Diketahui : P = $3500
i% =9%
n = 5 tahun
ditanya : F…?
Cash flow diagram?

Jawab:

Cash flow diagram:















F….?

Cara pertama dengan menggunakan notasi perhitungan standar:

F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ; 7)
F = P (1+i%)^n
F = $3500 (1+9%)^7
F = $3500 (1+0,09)^7
F = $3500 (1,09)^7
F = $3500 (1,828)
F = $6398

Cara kedua dengan menggunakan tabel suku bunga**:

F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ; 7)
F = $3500 (1,828**)
F = $6398

2. Putri adalah pemegang polis asuransi beasiswa. Tiap bulan biayanya sebesar $100 selama 13 tahun. Berapa
seharusnya uang yang putri terima jika bunganya sebesar 20% per tahun?

Solusi :

Diketahui : A = $100 x 12 bulan = $1200
i% =20%
n = 13 tahun
ditanya : F…?
Cash flow diagram?

Jawab:

Cash flow diagram:













F….?

Cara pertama dengan menggunakan notasi perhitungan standar:

F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ; 13)

F = A [(1+i%)^n -1] / i%
F = $1200 [(1+20%)^13 -1] / 20%
F = $1200 [(1+0,20)^13 -1] / 0,20
F = $1200 [(1,20)^13 -1] / 0,20
F = $1200 [10,699 -1] / 0,20
F = $1200 [9,699] / 0,20
F = $11639,185 / 0,20
F = $58196

Cara kedua dengan menggunakan tabel suku bunga**:

F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ; 13)
F = $1200 (48,497**)
F = $58196


Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.

Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.

Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.
Gambar
Penerimaan dan pengeluaran kas yang dilaporkan pada laporan arus kas